SMAN 7 CIREBON

Halaman

Kontak

  • Telp
    0231-482734
  • Fax
    0231-482734
  • Email
    info@sman7cirebon.sch.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 127.0.0.1

SOSIALISASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

KESISWAAN - 19 September 2014

 

SMA Negeri 7 Cirebon merupakan satu-satunya sekolah di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) yang berkesempatan ini menggelar kegiatan Pendidikan Anti Korupsi (PAK) yang didanai dari Bantuan Sosial Sekretarian Dirjen Pendidikan Menengah Kemendikbud. Ada tiga agenda kegiatan utama yang dikemas dalan kegiatan PAK ini. Pertama, yakni sosialisasi PAK melalui pawai anti korupsi yang diikuti oleh seluruh siswa baru, guru dan tenaga kependidikan SMAN 7 Cirebon dalam rangkaian Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB).

“Kegiatan sosialisasi PAK yang dilaksanakan tiada lain bertujuan memberikan pengertian dan menyebarkan pengetahuan tentang perilaku korupsi agar diperoleh pemahaman yang benar dan diserap luas tidak saja oleh warga sekolah tetapi juga masyarakat sekitarnya demikian diungkapkan Koordinator kegiatan PAK, yang juga merupkan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 7 Cirebon. Dalam kegiatan pawai tersebut para siswa mengajak masyarakat untuk memerangi perilaku korupsi dan mengkampanyekan gerakan anti korupsi melalui pembagian stiker bertemakan gerakan anti korupsi.

 Lebih lanjut Kepala Sekolah SMA Negeri 7, Nendi, S.Pd., MM., mengatakan bahwa “Kegiatan sosialisasi ini memiliki nilai strategis karena merupakan langkah awal yang dapat membangkitkan motivasi, tekad, semangat bahkan komitmen untuk menegakan dan melaksanakan prinsip-prinsip anti korupsi, dikalangan generasi muda khususnya pelajar di sekolah”.

Kedua adalah kegiatan kreatif yang terdiri atas kegiatan lomba menulis esai, karikatur dan film pendek tingkat SMA se-Kota Cirebon yang diselenggarakan pada tanggal 2 September 2014. Kegiatan tersebut bertujuan mengeksplorasi kreatifitas dalam mewujudkan  semangat dan tekad melawan korupsi.

“Melalui kegiatan tersebut juga para siswa diperkenalkan mengenai dampak dari perilaku korupsi yang sangat luas.  Perilaku korupsi dalam luas dapat juga terjadi dikalangan siswa, yang berbentuk terlambat masuk sekolah, mencontek saat ujian atau ulangan, melakukan pelanggaran disiplin tata tertib sekolah dan lain sebagainya”, demikian dikatakan Indra Yusuf, S.Pd., salah dewan juri lomba menulis esai. Adapun dewan juri lainnya dalam kegiatan  lomba film pendek dan karikatur yakni Dra. Tati Sri Uswati, M.Pd., (dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon),  Mufendi,S.Pd.,  Aryo Sunaryo dan Khairul Anwar (Redaktur Harian Radar Cirebon).

Ketiga kegiatan puncak yakni seminar PAK dengan tema “Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah” yang dlaksanakan pada tanggal 4 Sepetember 2014. Kegiatan seminar ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, yang diwakili oleh Kasie Kesiswaan Dikmen. Seminar yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan guru, tenaga kependidikan dan siswa dari setiap perwakilan SMA di Kota Cirebon merupakan kali pertama dilaksanakan di Kota Cirebon. Adapun narasumber dalam seminar tersebut terdiri dari unsur akademisi, kepolisian dan kejaksaan. Dari unsur akademisi hadir Dr. Sugianto, SH., MH., yang merupakan dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sementara dari unsur Kejaksaan hadir Kasie Pidsus, Nusirwan, SH, MH., dan Kasie Intelijen Agus Budianto, SH., MH.

Melalui seminar tersebut para peserta khususnya para siswa diperkenalkan dengan salah satu bentuk korupsi yakni gratifikasi.  Menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001, gratifikasi atau pemberian dalam arti luas adalah meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik. Sehingga jika kita tidak memahami pengetahuan tentang bentuk atau tindakan apa saja yang tergolong tindak pidana korupsi, tidak menutup kemungkinan kita akan terjerat kasus korupsi.

Dalam sambutannya Kepala SMA Negeri 7 Cirebon yang merupakan penanggung jawab kegiatan PAK menyatakan bahwa “Rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program bantuan sosial Pendidikan Anti Korupsi yang diberikan oleh Sekretariat Direktorat Pendidikan Menengah Kemendikbud tahun anggaran 2014. SMA Negeri 7 merupakan salah satu dari 4 sekolah di Jawa Barat yang menerima bantuan sosial PAK tersebut. Secara nasional ada 70 sekolah menengah yang mendapat bantuan sosial PAK.

 Dalam PAK terdapat 3 ranah yang perlu dikembangkan yakni  mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif akan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada siswa tentang bahaya korupsi, sehingga ia akan memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya Pemberantasan korupsi. Sedangkan ranah afeksi akan berkorelasi dengan pembentukan sikap, keasadaran, dan keyakinan bahwa antikorupsi harus dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Adapun ranah  psikomotorik akan memberikan keterampilan dan perilaku kepada siswa bagaimana mengenali korupsi.  Keseluruhan aktivitas pendidikan ini akan memberikan pengalaman kepada siswa akan pentingnya mengembangkan sikap, perilaku, dan kebiasaan yang beorientasi kepada kejujuran.

PAK yang merupakan bagian dari pendidikan karakter telah diterapkan di sekolah. Hal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pasal 13 bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi berwenang menyelenggarakan program PAK pada setiap jenjang pendidikan formal.

Oleh karenanya terobosan pelaksaan bantuan sosial PAK di lembaga pendidikan formal merupakan langkah strategis untuk jangka panjang. Mengingat proses pendidikan merupakan media yang paling tepat untuk membentuk suatu karakter dan membangun kesadaran masyarakat untuk memerangi segala bentuk perilaku yang bersifat koruptif. Disamping itu juga melalui pendidikan merupakan salah satu saluran untuk terjadinya perubahan sosial dan budaya didalam masyarakat.

PAK yang kita laksanakan merupakan setitik harapan untuk mewujudkan kesadaran masyarakat dimasa mendatang. Adapun target program PAK ini tiada lain untuk membangun budaya anti korupsi dan menciptaka generasi Indoensia yang baru, generasi baru yang anti korupsi, generasi yang tidak saja hanya berkualitas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas yang tinggi .

Baca Juga

0 Komentar

Belum ada komentar

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar