SMAN 7 CIREBON

Halaman

Kontak

  • Telp
    0231-482734
  • Fax
    0231-482734
  • Email
    info@sman7cirebon.sch.id

Layanan Lain

  • Cek Absen Online
  • Kemdikbud
  • Sertifikasi Guru
  • BSE
  • Rumah Belajar

Statistik Pengunjung

Total Pengunjung :
IP address anda : 127.0.0.1

Merancang Pembelajaran Efektif melalui Outdoor Study

DIDAKTIKA - 10 November 2013

Merancang Pembelajaran Efektif melalui Outdoor Study

 

Dalam proses pembelajaran di kelas, para guru seringkali menghadapi hambatan-hambatan yang berkaitan dengan media pembelajaran dan sumber belajar. Khususnya ketika guru menjelaskan materi yang tidak bisa disampaikan melalui ceramah (verbalisme) saja, sehingga materi akan terkesan abstrak. Mungkin untuk mata pelajaran sains seperti Fisika, Kimia dan Biologi akan sedikit teratasi karena memang di sekolah-sekolah pada umumnya telah memiliki laboratorium khusus untuk mata pelajaran tersebut.

Namun bagaimana dengan mata pelajaran sosial seperti : geografi, sosiologi, sejarah ataupun ekonomiyang pada umumnya tidak memiliki laboratorium khusus. Sehingga tidak sedikit guru-guru ilmu sosial berperan sebagai satu-satunya sumber untuk memperoleh pelajaran, yang kemudian cara belajar dengan mendengarkan ceramah dan guru merupakan wujud interaksi yang dominan. Sementara belajar hanya dengan mendengarkan saja, patut diragukan efektifitasnya. Kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran akan mempengaruhi motivasi belajarnya sehingga daya tangkap dalam penerimaan materi akan tidak efektif.

Bahkan ada ungkapan yang mengatakan,“Saya mendengar Saya lupa, Saya melihat Saya ingat, Saya berbuat Saya bisa”.Hal tersebut didukung oleh hasil penelitian pakar pendidikan Edgar Dale  yang membuat klasifikasi tingkatan pengalaman dari yang paling konkrit sampai yang paling abstrak. Klasifikasi itu dikenal dengan nama kerucut pengalaman (cone of experience). Menurutnya verbalisme merupakan tingkatan yang paling rendah dalam membentuk pemahaman ilmu pengetahuan sedangkan observasi atau pengamatan langsung merupakan tingkatan paling tinggi. Dengan demikian proses pembelajaran di dalam kelas tidak selamanya efektif tanpa adanya pengalaman langsung yang dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

Outdoor studi atau observasi merupakan upaya memberikan pengalaman langsung kepada siswa yang dapat dilakukan dengan mengunjungi lokasi-lokasi yang sesuai dengan materi yang dipelajari. Segala lingkungan yang terdapat disekitar kita dapat menjadi objek pembelajaran yang menarik bagi siswa, asal kita dapat mengemasnya dengan baik.

Sebagai contoh ketika mempelajari bagaimana pengelolaan sampah atau bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup maka kita dapat memanfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, sungai yang tercemar, ataupun lokasi penambangan bahan galian C disekitar sekolah. Outdoor study dapat juga dengan mengunjungi  instansi-instansi tertentu yang terkait dengan materi pelajaran. Sebagai contok ketika kita mempelajari cuaca dan iklim kita dapat mengunjungi lembaga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Terlebih ketika kita mempelajari sejarah banyak sekali lokasi yang dapat dijadikan sumber belajar.

Beberapa waktu siswa SMA Negeri 7 melaksanakan kegiatan Outdoor Study untuk mata pelajaran geografi dan sosiologi. Ada 3 lokasi yang dijadikan objek kegiatan tersebut, yakni :

  1. Kampung Benda Kerep, yakni sebuah kelompok masyarakat di kota Cirebon yang hingga saat ini masih memegang teguh tradisi leluhur dalam menolak modernisasi atau kemajuan zaman. Untuk masuk ke Kampung Benda satu-satunya akses adalah dengan menyebrangi sungai karena memang masyarakt Benda menolak pembuatan jembatan. Keunikan Kampung Benda lainnya adalah tingkat religiusitas masyarakatnya yang begitu menonjol, peran kyai dalam kehidupan sosial begitu besar pengaruhnya.
  2. Lokasi TPA Sampah Kopiluhur Kota Cirebon, yang merupakan satu-satunya tempat bermuaranya sampah-sampah yang dihasil oleh Masyarakat kota Cirebon. Di lokasi para siswa diajak untuk mengamati tentang pengeloaan sampah  dilakukan TPA Sampah serta pengelolaan lingkungan lainnya.
  3. Lokasi penambangan bahan galian C (batu alam) di Bukit Kuda, Bobos Kecamatan Dukupuntang, di lokasi ini siswa diajak untuk mengamati dampak positif dan negatif aktifitas penambangan serta bagaimana bentuk reklamasi yang dilakukan.

Kegiatan outdoor study yang dilakukan oleh siswa merupakan bentuk pembelajaran efektif yang sangat bermanfaat bagai para siswa. Karena kegiatan tersebut dapat melahirkan suatu gagasan, inspirasi dan ide baru.Selain itu dalam kegiatan outdoor study dirangsang untuk menggunakan kemampuannya dalam berfikir kritis secara optimal.

Outdoor studi tidak selamanya berupa karyawisata atau darmawisata yang memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Outdoor studi yang dapat dilakukan dengan waktu yang sempit dan biaya relatif murah adalah berkunjung ke suatu lokasi yang tidak terlalu jauh dengan sekolah. Outdoor studi seyogyanya dilakukan disekitar lingkungan sekolah dan objeknya bukanlah tempat wisata seperti pada kegiatan studi tour.

Selain tidak membutuhkan biaya yang relative besar outdoor studu juga banyak memiliki keuntungan yang lainnya seperti yang dituliskan pakar pendidikan Winarno Surakhmad, yaitu sebagai berikut : (1) Anak didik dapat mengamati kenyataan-kenyataan yang beraneka ragam dari dekat. (2) Anak didik dapat menghayati pengalaman-pengalaman baru dengan mencoba turut serta di dalam suatu kegiatan. (3) Anak didik dapat menjawab masalah-masalah atau pertanyaan-pertanyaan dengan melihat, mendengar, mencoba, dan membuktikan secara langsung. (4) Anak didik dapat memperoleh informasi dengan jalan mengadakan wawancara atau mendengarkan ceramah yang diberikan on the spot. (5)Anak didik dapat mempelajari sesuatu secara integral dan komprehensif.

Dengan demikian guru dituntut untuk dapat mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dan langsung dengan berbagai sumber belajar, baik yang berupa sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) seperti lokasi objek outdoor yang telah dicontohkan ataupun sumber belajar yang tersedia dan tinggal memanfaatkan (learning resources by utilization).

 

 

 

Baca Juga

1 Komentar

MARYAM

29 Agustus 2017

Contentnya sangat bagus dan bermanfaat sekali, terima kasih Perguruan Tinggi Indonesia Mandiri (PTIM) STMIK IM & STAN IM Menerima mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 1. Teknik Informatika (S1) Terakreditasi BAN PT 2. Sistem Informasi (S1) Terakreditasi BAN PT 3. Manajemen (S1) T

Kirim Komentar

Nama Anda

Kota

Email

Komentar